Mahasiswa TBIN 23 Gelar Pentas Drama sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Apresiasi Drama
- Diposting Oleh BINAR TBIN
- Senin, 15 Juni 2026
- Dilihat 40 Kali
UIN MADURA, BINAR PERS - Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) angkatan 2023 UIN Madura menggelar pementasan drama sebagai tugas akhir mata kuliah Apresiasi Drama sekaligus sebagai wadah pengembangan kemampuan seni peran. Kegiatan yang mengusung tema “Nyonar Bhâsa: Ajâgâ Sangkolan, Maodi' Kasenniyan” tersebut berlangsung pada Senin (15/06/2026) di Auditorium Pusat UIN Madura mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan pentas drama ini dihadiri oleh Sekretaris Program Studi TBIN Mochammad Arifin Alatas, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Apresiasi Drama Sahrul Romadhon, M.Pd., serta dewan juri yang berasal dari UKM Teater Fataria dan Program Studi TIPS. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh mahasiswa TBIN serta mahasiswa dari berbagai program studi lain yang antusias menyaksikan jalannya pementasan drama tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan, dan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pementasan drama sebagai agenda utama. Jalannya pertunjukan dipandu secara interaktif oleh dua dinamisator yang merupakan anggota Duta Bahasa UIN Madura sehingga suasana acara berlangsung lebih hidup dan komunikatif.
Sebanyak enam kelompok menampilkan drama dengan cerita dan karakter yang berbeda. Penampilan tersebut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa TBIN angkatan 2023, khususnya dalam mengasah kemampuan seni peran, kerja sama tim, dan keberanian tampil di hadapan publik.
Salah seorang peserta pementasan mengaku bahwa tugas akhir yang dikemas dalam bentuk pagelaran drama memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri untuk tampil di depan banyak orang meskipun masih menghadapi tantangan berupa rasa gugup saat berada di atas panggung, "Tugas akhir ini cukup menyenangkan dan membuat kami lebih berani tampil di hadapan orang banyak," ujarnya.
Sahrul Romadhon menjelaskan bahwa pentas drama tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang seni peran, tetapi juga melengkapi keterampilan yang telah diperoleh melalui mata kuliah lainnya. Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi mahasiswa ketika terjun ke dunia pendidikan, "Harapan saya, pementasan ini menjadi bagian dari proses pengembangan keterampilan mahasiswa. Ketika nanti mereka menjadi guru di sekolah, mereka sudah memiliki kemampuan tersebut dan dapat menerapkannya kepada siswa. Jadi, bukan hanya aspek kognitif yang berkembang, tetapi juga aspek psikomotorik dan afektif," ujarnya.
Pentas drama ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan potensi mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi mereka sebagai calon pendidik yang kreatif, inovatif, dan multitalenta. (BINAR)