Pengurus Bengkel Sastra Periode 2026–2027 Resmi Dilantik sebagai Tonggak Regenerasi Organisasi
- Diposting Oleh BINAR TBIN
- Kamis, 11 Juni 2026
- Dilihat 16 Kali
UIN MADURA, BINAR PERS — Pelantikan pengurus Bengkel Sastra UIN Madura periode 2026–2027 menandai dimulainya babak baru organisasi tersebut dalam mengembangkan budaya literasi dan kesastraan di lingkungan kampus. Kegiatan yang mengusung tema “Hijaukan Narasi: Ruang Sastra dan Intelektual di Era Disrupsi” itu berlangsung di Aula Perpustakaan UIN Madura pada Kamis (11/6/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri oleh Pembina Bengkel Sastra UIN Madura, Sahrul Romadhon, M.Pd., Sekretaris Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Mochammad Arifin Alatas, M.Pd., Ach. Zaini selaku Wakil Administrasi Umum Pamekasan, perwakilan BEM UIN Madura, UKM PI, Compok Literasi, FLP Cabang Pamekasan, serta para alumni dan senior Bengkel Sastra.
Pembina Bengkel Sastra UIN Madura, Sahrul Romadhon, M.Pd., berharap kepengurusan baru mampu menjaga eksistensi organisasi dan menyusun program kerja yang terarah. “Semoga eksistensi Bengkel Sastra terus menjadi bagian dari eksistensi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia,” ujarnya. Ia juga berharap para pengurus demisioner tetap mendampingi kepengurusan baru agar proses regenerasi organisasi berjalan dengan baik.
Pesan mengenai pentingnya kepemimpinan organisasi turut disampaikan oleh Demisioner Ketua Umum Bengkel Sastra periode 2025–2026, Moh. Da'i. Ia mengajak pengurus baru menghadirkan kepemimpinan yang mengayomi serta mampu merangkul seluruh anggota. “Seorang pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang bersikap diktator, melainkan pemimpin yang menjadi pelayan bagi anggotanya,” tuturnya. Ia juga mendorong pengurus baru untuk berperan dalam melestarikan budaya Madura melalui berbagai karya literasi.
Komitmen menjalankan amanah organisasi juga disampaikan oleh Ketua Umum Bengkel Sastra periode 2026–2027, Risma Afifatur Rizqo. Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan awal dari tanggung jawab yang harus dijalankan bersama seluruh pengurus. “Hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah titik tolak,” ungkapnya. Risma menyatakan kesiapan seluruh pengurus untuk terus bergerak, belajar, dan berkarya demi kemajuan Bengkel Sastra.
Kepengurusan baru Bengkel Sastra UIN Madura diharapkan mampu memperkuat budaya baca dan tulis sekaligus menjadi wadah pengembangan minat dan kreativitas mahasiswa di bidang sastra dan literasi. (BINAR)