Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

(0324) 322551

Email

tbin@iainmadura.ac.id

Ubah Keterpaksaan Membaca Jadi Karya Sastra, Mahasiswa TBIN UIN Madura Mampu Terbitkan Buku Antologi Pentigraf

  • Diposting Oleh BINAR TBIN
  • Rabu, 2 September 2026
  • Dilihat 55 Kali
Bagikan ke

UIN MADURA, BINAR PERS — Tunjukkan bukti hasil imajinasi dan kreativitas, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) UIN Madura angkatan 2024 laksanakan prosesi penyerahan buku. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (2/9/206) di Gedung FTIK UIN Madura ini, menandai terbitnya dua buku antologi pentigraf bertajuk Selarik Sketsa dalam Tiga Jeda dan Disulam oleh Waktu, Ditempa oleh Kehidupan yang telah berhasil diterbitkan pada bulan Juli lalu.

Prosesi penyerahan ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FTIK, Dr. Abd. Ghofur, M.Pd., Ketua Program Studi TBIN, Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto, M.Pd., Sekretaris Program Studi TBIN, Mohammad Arifin Alatas, M.Pd., dosen pengampu, Liana Rochmatul Wachidah, M.Pd., serta mahasiswa TBIN angkatan 2024.

Kedua karya tersebut lahir dari mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi yang membimbing mahasiswa melahirkan karya sastra layak terbit. Dosen pengampu mata kuliah, Liana Rochmatul Wachidah, M.Pd., menjelaskan bahwa proses tersebut berawal dari pembiasaan membaca yang konsisten. “Kumpulan pentigraf ini lahir dari perjalanan yang awalnya terasa sebagai ‘paksaan’ untuk membaca prosa klasik hingga kontemporer. Namun, dari keterpaksaan itu tumbuh kebiasaan membaca lebih dalam hingga menemukan makna dari sudut pandang berbeda,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses kreatif mahasiswa berkembang saat imajinasi bersentuhan dengan pengalaman hidup mereka. “Imajinasi dari prosa yang mereka temui berjumpa dengan kehidupan masing-masing penulis, seperti pengalaman, kerinduan, hingga kegelisahan. Dari situlah cerita-cerita baru tumbuh dan menemukan bentuknya dalam cerpen tiga paragraf,” tambahnya.

Wakil Dekan I FTIK, Dr. Abd. Ghofur, M.Pd., turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian akademik tersebut. “Penerbitan buku ini merupakan wujud nyata proses akademik, bukti kreativitas, serta keberanian melahirkan karya intelektual,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa menulis merupakan bentuk pengabadian gagasan yang jauh lebih bermakna dibandingkan jejak digital semata. “Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi adik-adik tingkat, sekaligus embrio lahirnya karya-karya lain yang membawa nama TBIN dan FTIK UIN Madura berkiprah hingga tingkat internasional,” pungkasnya.

Terbitnya kedua buku bergenre fiksi ini diharapkan dapat menjadi pemantik atas terbitnya karya-karya terbaik mahasiswa lainnya. Menyulut semangat berkarya dan berkreativitas, serta diharapkan pula mahasiswa dapat terus menghidupkan budaya literasi, khususnya di lingkungan kampus UIN Madura. (BINAR)