Lebih dari Tugas Kuliah, Mahasiswa TBIN UIN Madura Buktikan Eksistensi Lewat Penerbitan Buku
- Diposting Oleh BINAR TBIN
- Rabu, 2 September 2026
- Dilihat 51 Kali
UIN MADURA, BINAR PERS — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura kembali menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan budaya akademik melalui penerbitan luaran mahasiswa. Mahasiswa TBIN angkatan 2024 berhasil menerbitkan dua buku materi Semantik berjudul "Semantik: Teori, Analisis, dan Dinamika Makna dalam Bahasa" yang ditulis mahasiswa kelas A, serta "Semantik: Konsep, Teori, dan Terapan" yang ditulis mahasiswa kelas B.
Penyerahan kedua buku tersebut berlangsung pada hari Rabu (2/9/2026), pukul 08.00 WIB hingga selesai, di Gedung FTIK UIN Madura. Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan I FTIK Dr. Abd. Ghofur, M.Pd., Ketua Program Studi TBIN Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto, M.Pd., Sekretaris Program Studi TBIN Mohammad Arifin Alatas, M.Pd., serta mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2024. Buku tersebut merupan hasil luaran matakuliah Semantik yang diampu oleh Hesti Kusumatawi, M.Pd.
Terbitan karya ini merupakan buah dari kolaborsi sistematis mahasiswa selama satu semester perkuliahan. Melalui pembelajaran terstruktur, mahasiswa dibekali pemahaman materi secara bertahap hingga akhirnya mampu menyusun draf bab per bab secara berkelompok hingga terintegrasi menjadi sebuah buku yang utuh.
Ketua Program Studi TBIN, Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto, M.Pd., turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. “Tentu prodi sangat bangga dan mendukung kegiatan akademik positif seperti ini. Mata kuliah ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga melahirkan karya-karya nyata yang perlu dilestarikan ke depan. Ini adalah jejak kebaikan mahasiswa dalam bentuk karya yang harapannya bisa dikenang seterusnya. Semoga ke depan mahasiswa tetap semangat untuk melahirkan karya-karya lain yang lebih hebat," ungkapnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mereka di masa mendatang. “Ke depan, kualitas karya ini bisa terus ditingkatkan, misalnya dari buku non-ISBN menjadi ber-ISBN, atau dikembangkan ke dalam artikel jurnal ilmiah. Selamat untuk semuanya, semoga sukses, dan mari kita jaga terus iklim akademik yang baik ini,” tutupnya.
Penerbitan buku ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di kelas tidak berhenti pada transfer pengetahuan semata, melainkan turut mendorong dan memotivasi mahasiswa untuk melahirkan karya-karya terbaiknya. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian budaya lokal. (BINAR)